Efek Samping Penggunaan Sabun Kewanitaan

Hai Ladies, kali ini Warna Wanita akan membahas tentang efek samping penggunaan sabun kewanitaan. Produk higiene kewanitaan atauproduk kebersihan dan kesehatan wanita adalah produk perawatan pribadi yang digunakan selama menstruasi, keputihan, dan hal – hal yang berkaitan dengan vulva dan vagina. Sabun kewanitaan sering digunakan untuk membersihkan sekaligus untuk memberikan aroma wangi pada vagina. Padahal, hal seperti itu justru berbahaya. Vagina itu sendiri bisa membersihkan dirinya sendiri sebab ada mekanisme yang dilakukan oleh vagina hingga vagina itu sendiri membuat kadar keseimbangan pH-nya agar tetap terjaga. Oleh karena itu, sabun kewanitaan itu sendiri sebenernya tidak disarankan untuk digunakan sebab apabila anda menggunakan produk sabun kewanitaan maka akan bisa meningkatkan risiko terjadinya iritasi di area tersebut. Yuk, simak efek samping pengunaan sabun kewanitaan :

  1. Dapat mengganggu keseimbangan bakteri dalam vagina. Vagina yang semua bisa menjaga kebersihan serta menjaga keseimbangan pH-nya sendiri maka apabila anda menggunakan sabun kewanitaan akan terganggu karena adanya paparan dari bahan kimia tersebut. Selain itu akan menyebabkan menjadi masuknya bakteri hingga jamur. Hal seperti ini akan menyebabkan terjadinya infeksi bakteri atau jamur hingga iritasi lainnya.
  2. Belum terbukti bisa menghilangkan aroma tidak sedap dari area kewanitaan. Faktanya vagina itu sendiri tidak memerlukan sabun kewanitaan asal selama kadar pH-nya tetap terjaga, tidak ada istilah menyebutkan bahwa vagina itu sendiri mempunyai aroma yang tidak sedap. Memang vagina itu sendiri mempunyai aroma khas namun tidak dengan mudah juga bisa tercium oleh orang lain yang berada di dekat anda. Tidak semua orang memiliki aroma vagina yang sama. Tidak ada vagina yang tidal mengeluarkan aroma apapun. Hal seperti itu juga berkaitan dengan siklus anda dalam menstruasi hingga anda menjalani diet.
  3. Bisa memicu iritasi pada vulva dan area sekitar vagina. Area vagina itu sendiri merupak ara sensitif terhadap perubahan pH dan penggunaan sabun pembersih kewanitaan yang akan memicu hal tersebut. Vagina itu sendiri karena mempunyai sifat sensitif, maka apabila terkena paparan bahan kimia yang ada di dalam sabun kewanitaan maka akan menimbulkan iritasi pada area vulva atau vagina. Ketika terjadi iritasi bahkan terjadi infeksi, makan akan terjadi kondisi kemerahan, gatal dan timbulnya aroma tidak sedap.
  4. Vagina bisa bersih dengan sendirinya tanpa sabun pembersih. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, vagina bisa menjaga kebersihan dan keseimbangan pH dengan cara mengeluarkan cairan vagina. Hak hanya itu saja, vagina juga akan menjadi rumah bagi bakteri baik. Bakteri – bakteri ini lah yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan pH di vagina dengan mempunyai sifat yang sedikit asam. Ketika pH vagina itu sendiri bersifat asam maka bakteri tidak akan mudah menginfeksi.

Itulah efek samping penggunaan sabun kewanitaan yang perlu anda ketahui menurut Warna Wanita. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.