Kenali Apa itu Vaksin HPV

Kenali Lebih Lanjut Vaksin HPV

Vaksin HPV (Human Papilloma Virus) adalah vaksin yang dapat mencegah infeksi yang disebabkan oleh Virus Papiloma. Vaksin HPV ini dapat melindungi manusia terhadap 70% kanker serviks, 80% kanker dubur, 40% kanker vulva, 60% kanker vagina, dan kemungkinan pencegahan terhadap kanker tenggorokan dan kanker mulut. Ini dapat menekan resiko terjadinya kanker serviks sebelum anak perempuan atau perempuan dewasa terpapar virus, dan ideal saat belum melaukan aktivitas seksual karena apabila seseorang sudah terinveksi tidak akan se-efektif waktu sebelum terinveksi, dan oleh sebab itu maka sebaiknya dilakukan pada usia muda daripada usia tua.

Apa itu Kanker Serviks ?

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks menempati urutan kedua dengan jumlah 36,633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker payudara menempati urutan pertama. Indonesia sendiri menempati urutan jumlah kematian dan kasus terbanyak didunia, yang mana setiap 1 jam 1 orang di indonesia meninggal karena kanker serviks.

WHO sendiri mengklaim jika pada 2020 sekitar lebih dari setengah juta wanita terkena kanker serviks, dan sekitar 342.000 wanita meninggal dunia.

Cara Deteksi Awal Kanker Serviks

WHO menyarankan untuk melakukan tes berbasis DNA HPV. Tes HPV-DNA ini mendeteksi jenis HPV yang berisiko tinggi yang menyebabkan hampir semua kanker serviks. Tidak seperti tes yang mengandalkan inspeksi visual, tes HPV-DNA adalah diagnostik objektif, tanpa meninggalkan ruang untuk interpretasi hasil, tes ini juga lebih sederhana, mencegah lebih banyak pra-kanker dan kanker, hemat biaya, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada metode lainnya.

Apa itu Vaksin HPV
Sumber : unsplash.com/@cdc

Pencegahan Kanker Serviks

Pemerintah Indonesia menganjurkan masyarakatnya untuk melakukan vaksin terutama adalah anak-anak yang berusia 9–14 tahun, vaksin HPV perlu diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak pemberian 6–12 bulan antarvaksin. Dan usia 15-26 Tahun harus menerima 3 dosis vaksin HPV.

Selain vaksin WHO juga merekomendasikan :

WHO menyarankan untuk menggunakan salah satu dari strategi berikut untuk pencegahan kanker serviks :

  • Deteksi DNA HPV dengan pendekatan screen-and-treat dimulai pada usia 30 tahun dengan skrining rutin setiap 5 sampai 10 tahun.
  • Deteksi DNA HPV dalam pendekatan skrining, triase dan pengobatan dimulai pada usia 30 tahun dengan skrining rutin setiap 5 hingga 10 tahun.

WHO menyarankan menggunakan strategi berikut untuk pencegahan kanker serviks di antara perempuan yang hidup dengan HIV :

  • Deteksi DNA HPV dalam pendekatan skrining, triase, dan perawatan dimulai pada usia 25 tahun dengan skrining rutin setiap 3 hingga 5 tahun

Popular Posts

Serta dalam rekomendasi global juga menyarankan agar skrining dimulai pada usia lebih dini (25 tahun) dibandingkan populasi umum wanita (30 tahun). Wanita yang hidup dengan HIV juga perlu dites ulang setelah interval waktu yang lebih pendek setelah tes positif dan setelah pengobatan dibandingkan wanita tanpa HIV. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.